Rabu, 27 Januari 2010

right man on te right place


aku akan berhenti bicara jika memang akan menjadi selimut hangat kalian.
sungguh tak pernah ingin hadirkan beku diatas trotoar yang kian berhias rumput kecil ini.

Ya, aku sadar hanya dikirim untuk hidup sebagai manusia biasa bukan seorang Rasul ataupun malaikat. aku tidak dipilih menjadi konglomerat ataupun kaum melarat berkelas.

aku hanya manusia yang akan terus hadir dengan catatan hidupku, catatan perjalananku, meski Dia telah utuskan malaikat tuk catat kinerjaku didunia, dan Dia telah pula tuliskan semuanya sebelum aku ada dihadapan kalian.

kalian boleh bungkam mulutku yang mungkin kalian anggap sialan, tapi sungguh karena Dia yang telah memberiku sertifikat istimewa ini, aku takkan berhenti hanya karena serapah kalian atas coretan - coretanku.

bukankah kita bisa hadirkan profesionalisme dalam ruas - ruas hidup? lupakah kalian bahwa hidup punya sekat - sekat yang tak boleh diusik adanya.
ya, hidup punya sekat, ada ruang yang tak boleh dijamah ruang lainnya, sesekali kita memang perlu mengkotak - kotakkan hidup. ada kotak bernama pekerjaan, keluarga, sahabat, negara, dan kotak - kotak lainnya. meski semua jika disusun akan menghasilkan bangunan tinggi, namun tetap ada sekat yang tak boleh dilanggar

kurang bijak rasanya menggotong masalah pekerjaan kerumah yang juga punya episode sendiri, begitu juga raut kusut diistana megah tak pula harus dibawa - bawa kemasyarakat, jika nyatanya sosok yang harus kita bagi masalah ternyata bukanlah orang yang tepat

dan terakhir, kukatakan sekali lagi, sertifikatku ini diberikan oleh-Nya, Ya, Dia yang luluskanku dalam coretan - coretanku, Dia yang setia pompa semangatku lewat sosok - sosok dan tragedi yang hadir silih berganti, berlapis lapis dari menit kemenit.
sosok yang tak pernah kukira begitu tulus hadirkan suplai energi baru disetiap coretanku,

untuk para hantu pengganggu coretanku , cari dan kembangkan apa yang kau suka tak usahlah terlalu picingkan mata membaca coretanku jika memang tak bisa mengeja abjad.

karena sungguh Dia ciptakan manusia dalam beragam rupa, beragam potensi, aku tak peduli lagi dengan celoteh kalian.


hadir manusia adalah rahasia
tak cukup lihai tuk intip celah demi celah
tak cukup akal tuk pecahkan selipan makna
karena rahasia akan terbuka jika Dia yang membukanya

banda Aceh, 27 januari 2010



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 komentar:

Posting Komentar