Jumat, 08 Januari 2010

klise kenangan


Sungguh hari ini berhias kisah mengharu biru, berangkat dari kenangan masa lalu atas sebuah judul bahagia yang ternyata masih bisa tampil begitu manis. Kutemukan kembali sosok – sosok yang telah hilang,sempat terpisah jarak, terhalang daerah, dan ternyata memang benar, rezeki Allah tidak akan pernah salah alamat. Setelah irisan tipis bertema kecewa dengan segelintir orang yang benar – benar mencampakkan kesetiakawanan, ternyata rapel yang MAha Kuasa begtu indah..terlalu indah untuk disebut indah.. terganti dengan sosok istimewa yang telah lenyap jejak bertahun lamanya.

Sahabat – sahabat yang mungkin dimata sosok lain tidak bermakna apapun, yang sedari dulu dianggap sebagian orang , terlalu aneh jika aku harus bercengkrama dengan mereka. Dan hari ini menjadi saksi , bahwa nurani takkan pernah berdusta, ya, nurani terlalu jujur berpendapat, hanya saja kita memasang keegoisan level tinggi hingga enggan mendengar bisik halusnya yang justru mampu layarkan langkah menuju episode bahagia. Ya, ternyata aku bisa menyutradarai film ini, meski 4 tahun hanya terpaku, terpaku dengan siasat susupan dan scenario cadangan.

Kepanikan hari ini bermula dari sebaris abjad, dan akhirnya lahirkan gegabah yang nyaris , bukan nyaris, tepatnya memang gemparkan beberapa dentang waktu. Ya, mereka yang terkepak juga hanya karena kebiasaan lamaku. “ minta tolong, disaat tiba diujung tanduk”. Terpingkalku, dalam tatap lurus kearah hp hijau itu, ya, kalian begitu panic. Maaf kawan, aku hanya mencoba renovasi diri agar tak lagi hadirkan gegabah, dalam diriku pun terhadap kalian. Dan kucoba jalankan planning seminggu kedepan dengan cicilan hari ini, namun ternyata benar – benar gempar yang lahir. Sampai berbait – bait maaf terkirim melalui layar kecil itu dari kalian karena tak daya sodorkan temali penguat. Kalian terlalu mendramatisir, maafkan aku. Terimakasih atas sajak indah yang kalian bagikan melalui dering Hp yang menenangkan start awal panikku, dan jatah pulsa kalian pun terampas demi mencari pintu keluar. Terimakasih.

Haruku menyeruak, hadirkan lagi wajah teduh kalian , memori lama dimasa kanak – kanak, lenyap sepuluh tahun, dan hadir lengkap berempat lagi. Rindu kalian kawan, rindu celoteh riang kita. Benar – benar rapel, kalian kutemukan, dan juga beberapa sahabat dadakan yang punya kualitas pengganti manusia oman….

Kembali kemeureubo

Meureubo diancam paranoid. 2 hari yang lalu, ular melata membangun markas disalah satu ruang. Dan teriakan panikpun pecahkan siang sunyi yang biasa berisi jeda lelah. Pucat dan panic hadir tanpa salam diseluruh wajah penghuni. Tak tau taktik apa, dan keberanian siapa yang harus dipinjam tuk runtuhkan markas rahasia itu. Dan setelah berkutat dengan kelas panic selama kurang lebih 3 jam, tuan melata itupun berhasil disingkirkan, meski miris harus terkadokan dihati kami, tak maksud lepaskan nyawanya, namun, sang pemburu ternyata tak mendengarkan teriakan pilu kami. Kasihan.

Lalu cemas, gerombolannya akan kembali renovasi markas, lalu muncullah ide yang entah dari sisi ilmiah memang benar adanya “serangan garampun hiasi seluruh pintu” terdengar kabar tuan ular kurang suka dengan garam (bukannya pacat).

Dan ternyata tak hanya tuan ular yang bertandang , dua hari sebelumnya , tuan tokek menyelinap kesatu basecamp dan kacaukan total penghuni yang memang sedari pagi sudah berada dilevel kacau tingkat 9. Gerak seluruh penghuni terhenti karena saran dari sang komandan pemilik markas besar ini, agar tak usah singkirkan adanya. Biarkan saja. Ya, kamipun patuh, dan berlalu kejar agenda masing – masing.

Terngiang kembali sapaan biawak yang mendadak muncul ditengah koridor berhiaskan konser teriakan para penghuni, belum lagi hadirnya pak monyet tadi pagi tepat didepan pintuku, diatas pohon pisang yang memang sedang bersisir rapi. Tak elak lagi, teriakan pun pecahkan pagi dimeureubo hardvard.

meureubo, tak hanya manusia rela mengantri menjadi penghuni rimbun dan megah istana kita ini, merekapun siap bersaing dengan para manusia…. Kenangan yang begitu aneh dalam hari – hari pembuka 2010…

tak tau rasa apa naungi,

jika masa benar akhiri rajutan memori,

sisip haru tak terperi


meureubo hardvard

8 januari 2010, menjelang 9 januari

saat kantuk tak lagi hadir



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 komentar:

Posting Komentar