Rabu, 13 Januari 2010

pelenyap penat

0 komentar
sajak malam 12 januari benar hangatkan gelisah yang sudah nol derajat celcius.

bukan hanya sejumput gusar yang lingkupi lorong - lorong jiwa, penat, nyaris gersang, dan abjad - abjad aneh lainnya sudah pantas rasanya disandingkan diatas galau yang kian hadir seiring detik - detik yang kian merambat kedepan.

dan sebuah ricuh terdengar samar - samar dari ruang sebelah, kurasa ada bincang - bincang ringan disana. dan kubawa kakiku yang hampir putus uratnya karena terlalu lama tapaki aspal panas, berpendar beberapakali lintasi debu - debu yang sama, tak hanya hari ini tapi sejak beberapa hari lalu demi sebuah kotak memori yang sungguh tak rela jika harus dimakamkan selamanya, tak punya daya lahirkan generasi baru, nyata yang kubaca, aku masih mengemis dari banyak tangan.

pintu kubuka dan akupun duduk ditepian meja, melirik tingkah aneh beberapa penghuni, sepasang mata masih terpaku didepan layar kotak, menatap erat akunnya seolah akan lenyap jika tak ditatap. tiga lagi masih bercengkrama, dan sesekali muncu celoteh gelakkan tawa. beberapa bagian lelahku terhempas, penat kepalakupun terkelupas satu persatu.

sambil meneruskan perang dengan lemotnya jaringan, sesekali lontaran menggelikan pecahkan lagi penatku, benar - benar terkelupas satu persatu. obrolanpun alunkan memori keluarga seorang personel, dan lagi - lagi ledakan kecil terlepas, pecahkan penatku.

aksi narsismepun lahir dari tiga sosok didepanku, dengan bermodal sepetak kecil ponsel pemilik ruang, muncullah beberapa jiplakan wajah dengan ekspresi yang membuatku naris terpingkal tanpa rem, dan satu sosok yang sedari tadi tak alpa tatap layar kotak masih berkutat dengan akunnya tanpa tergubris sedikitpun dengan aksi para penyandang gelar narsisme malam ini.

aku sendiri, masih setia diam, terlalu berat jika harus lahirkan beberapa diksi, lelahku tak hasilkan energi level tinggi lagi, sisa level tlah terkuras satu satu dalam riang diruang ini..dan akhirnya level setingkat yang tersisa benar - benar menyedot beberapa energi dari luar sana, entah dari dimensi mana yang membukakan mataku tuk teruskan beberapa bagian dalam hidupku yang harus kusiapkan.

langit meureubo tawarkan kerlip pecahkan pekat, satu - satu bintangpun senyumkan sajak yang lahir malam 12 ini, ada bahagia lepas pancarkan cahaya tambahan, ya, aku mengerti sekarang,
sungguh tak perlu cemas dengan kemelut berjudul apapun, karena segala sesuatu akan indah pada saatnya..

spesial thanks 3 personel narsis (K'san, rin, oeja) n rieka...

syukurku padamu Ya Rabb,
meski tak ada yang sefikrah disini, tapi ada beberapa ruang mereka yang benar hadirkan bahagiaku, karena kita sama- sama makhluknya, tak ada yang tau siapa terbaik

meureubo hardvard, pagi 13 januari
mengenang kado senyum semalam....

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

bedah pertama diawal tahun

0 komentar

Yang lahir dibalik bedah pertama

Biarkan kulari menentang angin, karena tak harap terbang terlempar atanpa araah

Kau lihat layang?

Mereka ikuti rentak angin, hanyut dalam buaian

Dan tarik ulur sang komandan

Ah, terlalu riskan

Tak dayakah lawan hentakan

Begitu mudahkah terbawa

Atau terlalu lemah melawan?

Kawan hidup itu bukan hanya sebuah putaran atau hembusan

Terlalu banyak disi yang bias dipajang tuk maknai hidup

Dan kau ucap Sabar punya tepi, punya batas.

Sabar mana yang bertepi kawan?

Kurasa tak ada

Ya, tak ada sabar yang berbatas

Batas hanya potretkan dendam yang sesungguhnya sabar menanti.

Dan kalian bicara lagi dibalik tabir

Haha? Sayang kalian lupa

Aku punya indra ketujuh, kutangkap semua bahasa kalian

Jelas tanpa samar, dan kutahu kalian ingin lnyapkan adaku.

Hai kawan, aku memang bodoh, tapi tak sediktpun gelar idiot kutahtakan dalam hidupku. Bukankah kalian orang2 pintar, terlalu pintar untuk disebut gila. Ah, sejenak kubuang lupa. Orang pintar dan orang gila beda tipis, ya mungkin satu senti.

Lihat langit kawan, terlalu angkuh terlihat kerana selalu diatas bergelantung. Dan coba saja bayangkan, jika langit bertukar posisi dengan tanah, adakah sama segala abjad hidup??

II

Selamat datang duka,

kusambut denga tangan terbuka

Tak usah ulas semua tawa

Karena hadirmu olehkan airmata

Oh duka

Sunggguh rapi seragammu pagi ini

Kau tutup sejenak mata dan hati

Dan jauhkan sinkron dari desah nafas

Apa lagi yang hendak kau rampas

Tak ku punya lagi air mata

Karena matakupun sudah lepas dari kelopak

Ya, lepas Didesak tangis menahun:

Luka yang sama

Kutau nestapa ini

Hadirkan konser lama yang mati

Dan akupun diam

Diam

Dan terus diam

Duka

Biar kutebas segala padang

Dengan siraman garam disayatan – sayatan ini


berulang purnama harus dibedah, dan inilah bedah pertama ditahun ini, begitu banyak agenda terpaksa terlempar begitu saja diudara. akupun harus menatap abjad terserak diatas kertas tanpa kolektor bijak pengedit beberapa bait.

duhai, apalagi ini. berulang agenda besar tewaskan sejenak dia, sampai aku tak temukan gorden nyaan tuk halau terik. Ya, berulangkali kususuri aspal terbakar, sekedar mencari pengobat rindu, tak terhitung abjad lahir dari pesona yang paksa jaga ide. pesona kotak sejak tiga tahun lalu. pesona penyimpan memori - memori ditanjakan teknik kimia...

hampir saja kepala terbanting kedinding jika saja tak ada energi pinjaman-Nya tuk lalui beberapa kali hitungan bintang, dan akhirnya sesingkat pesan tawarkan kilas senyum, dan juga kerok habis kantong kosong...

akhirnya situan penuh pesona itupun kembali....

kuambil sajak berpesan sabar, dan tak ada cobaan yang salah alamat...

ya, akhirnya situan kotak kembali, dengan bedah pertama diawal tahun, terpaksa mengganti otaknya lagi, kedua kalinya sejak dalam pengasuhanku... berikut dimakamkan data tulisan, rancangan novel yang tak terselamatkan, hanya beberapa penggal kugantung dirumah ini, lainnya--lenyap----. disusul laporan hasil yang juga ludes. belum lagi kenangan penting lainnya

pesan indah... tak usah risau dengan dunia dan segala isinya, hanya Dia yang tau siapa yang kuat hadapi segala problema hidup, dan pilihan-Nya jatuh padamu, maka kaulah yang mampu lalui

tak ada masalah yang dikirimkan tanpa kunci penyelesaian


meureubo hardvard,

masa - masa bedah dinanti usainya, masa- masa abjad hanya mampu terserak diatas lembar buram,

masa- masa mengikat tangis, dan abjad terserak benar - benar lahir, nyaris tanpa makna!!

namun semua lahirkan lagi pukulan penguat, kebal hadapi masalah, dan pasang sabit senyum, lalu lupakan..



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Jumat, 08 Januari 2010

klise kenangan

0 komentar

Sungguh hari ini berhias kisah mengharu biru, berangkat dari kenangan masa lalu atas sebuah judul bahagia yang ternyata masih bisa tampil begitu manis. Kutemukan kembali sosok – sosok yang telah hilang,sempat terpisah jarak, terhalang daerah, dan ternyata memang benar, rezeki Allah tidak akan pernah salah alamat. Setelah irisan tipis bertema kecewa dengan segelintir orang yang benar – benar mencampakkan kesetiakawanan, ternyata rapel yang MAha Kuasa begtu indah..terlalu indah untuk disebut indah.. terganti dengan sosok istimewa yang telah lenyap jejak bertahun lamanya.

Sahabat – sahabat yang mungkin dimata sosok lain tidak bermakna apapun, yang sedari dulu dianggap sebagian orang , terlalu aneh jika aku harus bercengkrama dengan mereka. Dan hari ini menjadi saksi , bahwa nurani takkan pernah berdusta, ya, nurani terlalu jujur berpendapat, hanya saja kita memasang keegoisan level tinggi hingga enggan mendengar bisik halusnya yang justru mampu layarkan langkah menuju episode bahagia. Ya, ternyata aku bisa menyutradarai film ini, meski 4 tahun hanya terpaku, terpaku dengan siasat susupan dan scenario cadangan.

Kepanikan hari ini bermula dari sebaris abjad, dan akhirnya lahirkan gegabah yang nyaris , bukan nyaris, tepatnya memang gemparkan beberapa dentang waktu. Ya, mereka yang terkepak juga hanya karena kebiasaan lamaku. “ minta tolong, disaat tiba diujung tanduk”. Terpingkalku, dalam tatap lurus kearah hp hijau itu, ya, kalian begitu panic. Maaf kawan, aku hanya mencoba renovasi diri agar tak lagi hadirkan gegabah, dalam diriku pun terhadap kalian. Dan kucoba jalankan planning seminggu kedepan dengan cicilan hari ini, namun ternyata benar – benar gempar yang lahir. Sampai berbait – bait maaf terkirim melalui layar kecil itu dari kalian karena tak daya sodorkan temali penguat. Kalian terlalu mendramatisir, maafkan aku. Terimakasih atas sajak indah yang kalian bagikan melalui dering Hp yang menenangkan start awal panikku, dan jatah pulsa kalian pun terampas demi mencari pintu keluar. Terimakasih.

Haruku menyeruak, hadirkan lagi wajah teduh kalian , memori lama dimasa kanak – kanak, lenyap sepuluh tahun, dan hadir lengkap berempat lagi. Rindu kalian kawan, rindu celoteh riang kita. Benar – benar rapel, kalian kutemukan, dan juga beberapa sahabat dadakan yang punya kualitas pengganti manusia oman….

Kembali kemeureubo

Meureubo diancam paranoid. 2 hari yang lalu, ular melata membangun markas disalah satu ruang. Dan teriakan panikpun pecahkan siang sunyi yang biasa berisi jeda lelah. Pucat dan panic hadir tanpa salam diseluruh wajah penghuni. Tak tau taktik apa, dan keberanian siapa yang harus dipinjam tuk runtuhkan markas rahasia itu. Dan setelah berkutat dengan kelas panic selama kurang lebih 3 jam, tuan melata itupun berhasil disingkirkan, meski miris harus terkadokan dihati kami, tak maksud lepaskan nyawanya, namun, sang pemburu ternyata tak mendengarkan teriakan pilu kami. Kasihan.

Lalu cemas, gerombolannya akan kembali renovasi markas, lalu muncullah ide yang entah dari sisi ilmiah memang benar adanya “serangan garampun hiasi seluruh pintu” terdengar kabar tuan ular kurang suka dengan garam (bukannya pacat).

Dan ternyata tak hanya tuan ular yang bertandang , dua hari sebelumnya , tuan tokek menyelinap kesatu basecamp dan kacaukan total penghuni yang memang sedari pagi sudah berada dilevel kacau tingkat 9. Gerak seluruh penghuni terhenti karena saran dari sang komandan pemilik markas besar ini, agar tak usah singkirkan adanya. Biarkan saja. Ya, kamipun patuh, dan berlalu kejar agenda masing – masing.

Terngiang kembali sapaan biawak yang mendadak muncul ditengah koridor berhiaskan konser teriakan para penghuni, belum lagi hadirnya pak monyet tadi pagi tepat didepan pintuku, diatas pohon pisang yang memang sedang bersisir rapi. Tak elak lagi, teriakan pun pecahkan pagi dimeureubo hardvard.

meureubo, tak hanya manusia rela mengantri menjadi penghuni rimbun dan megah istana kita ini, merekapun siap bersaing dengan para manusia…. Kenangan yang begitu aneh dalam hari – hari pembuka 2010…

tak tau rasa apa naungi,

jika masa benar akhiri rajutan memori,

sisip haru tak terperi


meureubo hardvard

8 januari 2010, menjelang 9 januari

saat kantuk tak lagi hadir



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO