Minggu, 13 Desember 2009

puisi tak berima I, ramadhan

0 komentar

Semilir tipis tak lagi menggerakkan ujung rimbun dedaunan

Bahkan badai pun tak mengusik tegak berdiri kelapa

Angin kian berputar,langit pun menganvaskan duka

Dan hujan pun turun satu satu menyisir tanah

Dalam Duka mereka, yang tak terjamah pikiran

Jamrud2 khatulistiwapun berhenti berkarya

Usang jamuan ramadhan yang tak berbekas dijiwa2 kerdil

Yang hanya mengambil lapar dan haus

Tak ada cinta, kepasrahan, ataupun takut?

Tak cukupkah tangisan semesta ini menyadarkan kita?

Langit tak mampu lagi berbicara hanya mengadokan gemuruh

Gemuruh cintanya, untuk Dia

Bumipun meratap, untuk Dia

Berjuta malaikat bertasbih , pilu terdengar

Semua,,,,

Tangiskan ramadhan yang kan beranjak…

Tanpa sketsa kemenangan dihati

Hanya ada kelam,

Pekat,

Kosong,

Semuanya , semuanya terperangkap,

Tanpa satupun takbir disudut2 jiwa,,,,

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Kamis, 10 Desember 2009

bermalamkan tasbih

0 komentar
Alamat sunyi berpacu dalam arena layang
Resapkan lantun qira’ah diatap merangkang
Kunci mati gerak basi sia sia
Sisakan tadabbur, lemparkan air mata


Dan telingapun teriak,
Tarik sosok penuh kerak
Balur longsor dosa dalam riuh tangis
Jedakan isak hiaskan hati yang terkikis


Alamat tak usai malam panjang
Gerai dalam tirai berselongsong
Tangkap semilir penggali tasbih
Biarkan gelap tetap rebah
Dalam sujud lapar harapkan hidayah
: Hitung bait – bait dosa



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Rabu, 09 Desember 2009

dari meureubo A6, teknik kimia, dan bertitik diMeureubo A6

0 komentar

catatan dikepala malam dengan kantuk tak luput menggerak

Dimensi pagiku ditanggal 9 desember harus pecah, dalam kondisi jantung yang seakan hendak lepas dari posisinya. Bagaimana tidak, jadwal tugas yang kurancang diangan – anganku akan kuselesaikan ba’da shalat malam, buyar semuanya. Dering hp tak mampu menembus ruang mimpiku, pun tak seorangpun yang menggedor mataku.

Klise dhuha sedikit menggelikan, hanya untuk hari ini, tiba – tiba dari koridor sepi terdengar bunyi sepatu seorang sahabat yang gegas menuju ruang terakhir di “apartement” ini. Hadir dengan sumringah lazim dan sapa baru.

Labirin kepalaku menangkap beberapa rona, sedikit ketakutan,geli sendiri, dan bingung, semuanya dikadokan sendiri oleh sang sahabat karena kebiasaan tak lazim terlukis ceroboh dilembar hidup. Dan tak redup langit ditunggu, langkahnya pun dipacu sekilat mungkin menuju kampusnya.

Kulanjutkan sketsa menanti matakuliah limbah,satu – satunya mata kuliah yang harus diselesaikan semester ini, demi genapkan sks yang tak cukup, efek jam 10 mulanya berganti 12 siang, menghadirkan ide – ide brilliant dikepalaku, untuk sekedar menyantap jamuan istimewa-Nya yang lama tak tersapa saat dhuha, ya dhuha yang beberapa jeda lalu hanya berhias dhuha saja, padahal lengkungan alwaqiah setia tersenyum dihadapan jiwa – jiwa yang dimabuk dhuha.mereview kembali secarik ingatan akan lantunan merdu yang kerap hadir dipetak kecil ini, lantunan Al-ghomidi.

Genap sudah tugasku, dan makalah terjilidlah disebelah bni, berikat pula beberapa helai lembar bebas lab yang terfotokopi rangkap tercetak rapi nama para dosen yang harus dikejar – kejar. Rutinitas yang menuntut peluh mengalir, tapi tetap dengan senyum..
Terik begitu ramah hari ini, begitu lebar senyumnya tanpa sedikitpun diusik tangisan langit, hari yang kelewat cerah dalam catatan bulan berakhir ber, namun sedikit pilu, jemuran di A6 hari ini kurang semarak.hahahha, gara – gara tangisan langit yang tak reda berhari –hari, jadinya hari ini pun was –was tetap hadir dikantung perasaan masing – masing, sedikit sekali yang lepaskan tangan menggelar kain –kain.

Langkah gegasku, hadirkan ku sejenak kemudian diteknik kimia bertingkat tiga, mulakan selancar ke lab OTK mencari sesosok janji yang ternyata lenyap duluan ketempat tujuan, PUSTAKA, waduh buk,kok ga nunggu – nunggu sih…

Tiga lantai, lalui sejenak , kurang dari kelompok puluhan menit, dan bersaranglah diri kemudian disebuah perpustakaan , berposisi lantai tiga hujung, berdampingan adanya dengan puskomteka. Penantian kunci lab mikro menggerakkanku diam tak berlangkah didepan sahabat yang lama tak kutatap, berbincang sejenak membahas beberapa potong problem yang benar – benar mengenyangkan tanda tanyaku selama ini. Bercermin pula sosok familiar genapkan rindu sapa daun – daun istimewa penghias 4 tahun disini, rekan2 mahasiwa, senior, dan junior!

Kejar mengejar berdampak diskusi ringan dengan pembimbing dan pembatalan jadwal kuliah karena enggan mulai merajai perasaan dan berdampak panjang pada sehelai permintaan mengundurkan matakuliah hingga akhir pekan..

Sore kubingkai berhelai baca, note, blog, lahapku icip – icip inspirasi dan informasi dari dunia maya. Mata lelah mengusirku dari pintu kotak kecil penghubungku dengan dunia maya, dan kurajut Tanya akan janji dengan seorang sahabat, agar esok tak luput sukseskan acara.

Magribpun usai, dan santapan bakso menggedor urat syarafku, memaksa rajutkan tabrakan masa lalu, sebuah keengganan karena lazim tertelan saat usiaku masih diumur jagung. Kulanjutkan mala mini meneruskan hitungan –hitungan tak seberapa, lemparkan pembaringan sejauh – jauhnya, demi istilah BergadaNg..

Maaf kalo ngawur….
hheehehehhe
ntah apa - apa, kangen kalian.......
tomo....., A6 yang FUll, anak lama n anak baru...
kawan2 kampus, kawan sma, smp ,sd, tk (ga punya, ga ngerasain)..

smoga masih ada sisa detak untuk merangkai kisah2 kita..
salam...



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO