Rabu, 01 September 2010

Tentang luka 2


oh Tuhan,
kenapa firasat ini makin bersahut - sahutan. jaring - jaringnya makin menyatu, dan saat seperti ini aku selalu mendengar sumbang yang tak jelas muaranya, sumbang yang nyaring sebenarnya.
"Allah selalu punya cara, Allah selalu punya cara."

ya, itu tak salah. Sang penguasa hanya menguji saja. sebatas mana kesabaran mampu kau pasang. kau ingat ini Ramadhan? lalu kenapa pula kau keluhkan apa - apa yang harusnya kau nikmati.


tapi aku merasa ditikam. kepalaku rusak. bahkan aku nyaris kehilangan hijau. oh , tidak aku tak mau hijau raib, aku tak rela dia lenyap, meski singgung demi singgung kian menyala.
tapi aku membaca ada beberapa yang padam, beberapa bening yang seharusnya lebih bersinar. apa karena seseorang mencuri hijau?
TIDAAAAK...
jangan coba - coba usik hijauku, jika kau tak mau kupenggal dengan tangan tak bertulang.

kembali untuk-Mu pemilik segala
cerabut segera benalu di kepala
agar aku tak genap gila
lalu tak lagi merasa hijau jelma

Duhai engkau yang menjadi bumerang
kuminta penggal saja kepalamu sendiri
aku sungguh tak ingin menjadi tukang penggal
meski, tak lagi kuharap melihat sisa bayangmu


*pingin pulang*
Banda Aceh, 1 september 2010

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 komentar:

Posting Komentar