Jumat, 16 Juli 2010

perjalanan penuh hikmah setengah tahun ini. (bagian I)


*kabur kemari sejenak*
kepala overload

sudah memikirkan , akan menjadikan rumah ini sarana curhat saja...
, berhubung ga rame yang baca di sini..

saya merasa melayang, untung saja tidak jatuh dan mendarat di atas aspal yang sedang padat - padatnya dilalui kendaraan, kalau tidak, waduh, ga usahlah dibayangin. serem saia.

aneh bin ajaib,
tapi sebenarnya biasa saja. Al-Quran juga sudah berbicara dengan nyata, Bahwasanya Sang Maha Pemberi memang menyarankan kita untuk meminta apa - apa yang kita inginkan. meski untuk memenuhi harapan kita tersebut, kita harus menunggu dalam masa yang tak terbilang detik lagi. masa yang lamanya bisa menyuburkan uban - uban di kepala. (perasaan ga ubananlah).

mimpi - mimpi yang kerap terselip dalam do'a mulai menunjukkan rupanya di alam nyata. bertubi - tubi datangnya setelah kesulitan yang nyaris menjadikan kepala saya tidak berfungsi dengan baik, nyaris menjadikan saya sosok yang tidak sesuai dengan misi keberangkatan saya semula(5 tahun lalu) ke banda aceh.

Masa - masa perjuangan akan sebuah rancangan akhir yang bernama Pra Rancangan Pabrik mengalami penyempitan jalan yang luar biasa, banyak sampah yang menyumbat ianya melaju mulus, dan ternyata do'a - do'a yang terlepas secara tidak sadar , yaitu yang terucap dalam bahasa kalbu, ternyata ialah yang menjadi penyebabnya.

Dulu, saat awal - awal rancangan itu dimulai, ada bisikan yang muncul bahwasanya judul itu akan berganti, bahwasanya saya yang mulanya sendiri tanpa partner akan didampingi seseorang dalam pengerjaan rancangan tersebut, bahwasanya ada sesuatu yang berbeda yang akan saya temui dalam tugas akhir ini.

dan ternyata , BENAR sekali.
mulanya saya termasuk ke dalam golongan mahasiswa yang paling cepat menghabiskan mata kuliah wajib alias rakus sks. tak peduli sebanyak atau sesulit apapun matakuliah dan lab yang harus diikuti, kalau jatah sks maksimal tak diambil rasanya ada yang mengganjal.
sampai akhirnya kenekatan itu menjebloskan saya sendirian saja ke kelas senior dengan matakuliah paling "gila" di salah satu semester. syukurlah senior - senior di teknik, sangat - sangat bersahabat dan saya akhirnya lulus dalam matakuliah yang tak seorangpun teman muncul di sana.

proposal penelitianpun berhasil saya rampungkan berbarengan dengan sicumlaude, tapi ternyata ada tanjakan berbeda yang harus saya lalui sejak saat itu, mulai dari kesulitan bahan penelitian, hingga rekan yang kadnag - kadang berulah, dan embel embel laiinya.

selanjutnya, saat rancangan akhir dimulai,tergolong yang paling berani ambil resiko (nekat senekat nekatnya) menambah satu mata kulaiah rancangan di saat KP dan penelitian belum kelar. lha, memangnya kita bisa menebak takdir? yang pentingkan usaha..

n theeeeen.... kacau balau!!! si Rancangan total tak bergerak dari judul saja. penelitian yang berbeda dengan rancangan, trus partner yang juga nihil mukanya. ya, begitulah...
enjoy saja!! REZEKI ALLAH TAKKAN SALAH ALAMAT
(halah, bosan pake bahasa baku, mau nyoba bahasa campur - campur)

trus, pas udah siap penelitian, semangat ngerjain rancangan akhir ternyata bukannya naik, justru turun drastis , ga pernah ngampus, ga pernah ngerjain, n entah apapun yang dilakukan.pokoknya faedahnya ga ada.

sampai akhirnya, tercetus bahasa kalbu itu, yang intinya sebelum wisuda udah nerbitin minimal satu novel. dan ternyata..........
MIMPI MENUJU KENYATAAN

meski bukan novel yang tercetak, meski hanya satu dari sekian naskah yang keluar dari laptop, tapi ternyata naskah itu tepat di ladang yang saya impikan. Ladang yang dulunya mengundang iri yang teramat sangat, saat melihat sosok - sosok pejuang pena yang berhasil menyumbangkan karyanya untuk saudara - saudara di palestina.
Allahu, tak terduga, naskah lama itu , yang sebenarnya bukan naskah utama yang diandalkan, ternyata justru naskah itu yang menjadi ganti dari bedil - bedil peluru yang telah terkirim kesana atas produk - produk yahudi.
dan tepat setelah kabar itu saya terima, neraca massa pabrik yang udah jamaaaaan kali ga balance balance hitungannya, mendadak seperti disulap, cara membalancekannya muncul. ASUMSI. ya, seperti kebanyakan reaksi lainnya, asumsi harus ditebak angkanya, dan BALANCE
Alhamdulillah.

lanjuuut...
trusss..
duluuuuu, saat awal - awal kemari , keinginan besar menjadi hafidzh tertanam kuat. tahun pertama lancar sangat, halaqah yang sangat mendukung,de el el.
awal - awalnya sih mulus banget, tapi lambat laun kemalasan meningkat, target 30 juz terekan dalam 5 tahun. gagal mutlak.

ternyata Allah menyimpan sesuatu.
tepat di 5 tahun , akhirnya komunitas penghafal Al-Quran itu muncul. orang - orang spektakuler yang semakin memompa semangat, orang - orang hebat, orang - orang yang sejak saya masih SD saya cari, ternyata saya temukan.
semuanya saling berkesinambungan, mulai dari pemesanan buku.....


Bersambung....
(mata ga memungkinkan beroperasi lagi)



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 komentar:

Posting Komentar