Jumat, 24 Desember 2010

Theme baru :D

0 komentar
I got you!
Hari ini misi pemindahan lampiran B dari exel ke word resmi batal! Mendadak saya terjebak dalam alamat-alamat di laptop, dan gambar-gambar menarik untuk theme blogspot. Mutar ke satu klik dan klik lainnya, akhirnya satu tema ini saya bungkus juga!!!
Tema ini benar-benar cocok dibawa pulang. Beberapa analisis sederhana yang mengikat blog ini dengan theme baru :

Satu : ada hijau-hijaunya
Sebagai penyuka hijau, otomatis saya akan selalu mencari celah agar dalam setiap sesuatu kepunyaan saya, hijau tetap terselip, meski hanya sebuah titik. sedikit memaksa! end, lihatlah di belakang tulisan ini... perhatikan baik-baik, di mana letak hijau yang saya maksud. :D

Dua : laptop
Laptop adalah ruang gerak saya. Mengingat menulis yang paling aman adalah di laptop, dan juga saat penyusunan tugas akhir seperti ini, saya harus kencan setiap hari dengan benda satu ini
warna laptopnya pun sama!

Tiga : buku
Buku, yang lembarannya mengintip sedikit di latar belakang tulisan ini, merupakan sahabat saya mengarungi dunia. mengingat status saya sebagai anak rumahan, maka jelajah saya satu-satunya yang paling sering adalah melalui buku. Pikiran saya terikat dengan hayalan tinggi saat membaca buku dengan latar lokasi yang berbeda, seolah saya juga berada di sana. :D

Empat : kacamata
Meski bukan pemakai rutin, setidaknya sekali duakali saya akan memakai benda satu ini jika sedang membaca atau di depan laptop. :)

Ok, sekian saja. Tak peduli ada orang singgah atau tidak!
setiap hari harus menulis :D


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Mencari ST :)

0 komentar
Hari ketiga setelah memutuskan mengurung diri dan membiarkannya terjebak dalam masa karantina menuju ST. ahhai.., saya menetapkan ini bukan tanpa sebab apapun. Bosan berada di kota ini!

Namun, tahukah anda, bahwasanya saat kita ingin sendiri, maka kita benar-benar tak bisa sendiri. saya memutuskan tidak akan keluar rumah, tidak akan membuka pintu kamar untuk menampung orang-orang yang datang entah sekedar bertanya hal yang penting ataupun penting sekalipun. Ya, saya ingin keras kepala segara datang lagi, setelah sekian lama saya menjadi orang yang lebih ringan kepalanya. Dan yang terjadi kemudian adalah pemberontakan nurani saya, saat gedoran ringan atau sms ringan hadir saya tak kuasa menolak, benar-benar tidak bisa, bahkan satu angkatan dering hp mengakibatkan saya harus meninggalkan meureubo hingga ukuran dua puluh empat jam. Oh Lord, hamba ingin selesai segera, tapi tidak dengan harus berkelahi sengit melawan si hati yang menolak sikap keras hamba ini.

bayangan kafan kembli terlintas, lagipula tak sampai sebulan lagi saya akan semakin ditetapkan mendekatinya, ulang tahun itu berada di deretan angka di bulan satu. Pengingat dan cambuk dari langit agar saya kembali merendah, ada langit di atas langit.
ternyata berbagi itu memang menyenangkan!!! :)

andai saja ada tiket ke mekkah di bulan depan dari sahabat-sahabat saya :D
haha, dasar!
mengingat mimpi ke mekah semakin menggedor, maka saya putuskan setelah novel pertama yang masih dalam tahap revisi demi kelayakan baca dan kirim ke penerbit, saya mulai menyicil draft dan outline sebuah kisah yang semoga akan mengantar saya, benar-bena mengantar, ke tanah haram sebelum angka tiga puluh tahun menempel di badan saya yang makin tua. S-E-M-O-G-A-S-A-J-A.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Jumat, 19 November 2010

Dua Dilema dalam satu parade

2 komentar
SATU
Kadang kala menjadi sosok tenar tidaklah membenarkan binar bahagia terjulur. ada kalanya sepi dan sendiri lebih lezat dikunyah dibandingkan ramai yang memekakkan, terutama saat-saat kepala memang harus disuplai dengan amunisi yang menjadi prioritas. Banyak syakwa sangka yang mula beredar bahwa aku kembali berjalan ke belakang, padahal mereka hanya membaca cover yang kutampilkan. Sengaja, lebih tepatnya. Namun, sebenar makna adalah aku dan mereka tak boleh lebur hingga harus kembali terjangkiti atau menjangkiti dengan prioritas yang saling contek mencontek. Cukuplah nada-nada sumbang yang sudah diberikan selama piano dan biolaku seiring mengalun satu dekade lalu. biar saja ia bernada salah, toh aku yang menikmatinya. Aku kembali menutup mata telinga dan perasaan. KAU PUNYA PRIORITAS

DUA
Aku percaya akan takdir yang telah tergaris, tak senyawapun mampu kubangkan seorang manusia ke jalan yang tak layak jika bukan karena semua sudah lahir jauh sebelum kehidupan ini genap hadir Lalu kini aku harus menyaksi keganjilan lagi di atas trotoar hidup? bahwa sisa hidupku masih dalam koridor yang sama, masih mengenggam janji dan harap agar kelar segala perkara sebelum angka tiga puluh melintasi pori-pori hidupku kelak, Perihal tanah haram yang kusepelekan urusan biayanya. padahal sejak dulu,
sejak masa putih biru, guru agamaku sudah mengenalkan istilah menyicil perhari biaya ke sana. Dan yang terjadi, si tak tau diri ini malah melongsorkan cicilan demi cicilan untuk perkara dunia yang tak masuk nama penting. sisalah kantong kering tanpa isi demi sebuah kata bernama tiket.

aku tahu, ini perkara penting, tapi nafsu dunia menarik seluruh isi rupiahku ke dalam hal -hal tiada arti. membungkam seluruh nyawa dan denyut yang sudah lama kusiapkan. dan sekarang saat ramai jiwa nyaris kembali dari sana, aku hanya bisa diam, memaksa agar tangisku tak gelombang hingga aku tenggelam. ya, aku tak ingin tenggelam.
Setidaknya Allah tahu.


Disepotong pagi yang ranum, @LANGSA


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO