Minggu, 27 Desember 2009

meureubo hardvard

0 komentar
meureubo ini takkan pernah sepi kisah.
meski saat tulisan ini tersusun, belum ada denyut grasak - grusuk disini.
libur panjang yang berefek lelap ditambah angin menyusup melalui kusen jendela yang dipasang kawat nyamuk, menusuk, padahal matahari sudah mengintip dibalik gumpalan awan.
sesekali kicau burung hadir , konser pagi yang menyenangkan.

keanehan semalam, kembali hadir dalam sel - sel penampung memori. entah apa yang tiba - tiba menggedor pintu, seolah ada sosok hendak berkunjung tanpa salam. secepat kilat kukunci pintu , agar keanehan tidak berlanjut menjadi judul lain.

sunyi malam merayap kesegala penjuu, benar - benar keaneha yang tak lazim muncul. biasanya malam akan pecah dengan obrolan panjang atau teriakan - teriakan penghuni yang berkerumun disalah satu ruangan , benar - benar aneh, tapi saya lebih suka keadaan seperti ini, menikmati tarian hujan diiringi orkestra kodok, dan sesekali saat jeda konser digelar, sunyi pun bernyanyi hadirkan tafakkur dan renugan panjang akan Dia.

ya, saya suka berada diruang sunyi, ruang yang mampu menghadirkan ingatan akan kebesaran-Nya. ruang yang mampu lebih mengeratkan ketajaman fikiran.karena alam ini ada untuk dipelajari dan akan lebih mudah jika ditelaah dalam kondisi bebas hiruk - pikuk.

************************
istilah meureubo harvard dicetuskan oleh seorang sepupu personel A6 ini. dibandigkan kawasan lainnya didarussalam, meureubo memang memiliki keunikan tersendiri, rimbun pohon asam dan pepohonan tinggi lainnya sedikit menjadi daya tarik bagi para peminat kos didaerah ini. tak heran jika siang bertamu, kawasan ini bisa dikatakan lumayan teduh dan menyejukkan.

'serasa dihardvard ,kak' bunga - bunga kecil terbang memeluk tanah, jatuh satu satu dari sisi daun, sejenak coklat berganti kuning , sepintas memang mirip kondisi hardvard.
generasi demi generasi telah lahir dari sini, generasi sukses yag sekarag bertapak jang tak lagi dibanda aceh ini.

mulai dari generasi qurani yang kerap membahas persoalan agama setiap kali bertatap, sampai generasi yang lebih condong kehura - hura.komplit!!! semuanya terlebur disini, dalam ruang fikiran yang berbeda.

dan erat ikatan ini , tak lain hadir karena "perbedaan adalah anugrah yang harus disyukuri"



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Sabtu, 26 Desember 2009

tsunami bicara

0 komentar
Rabb
ada bayang yang tak mampu luput, meski makin usang usiaku
getaran yang menggedor ribuan pondasi
menghentakkan dan hadiahkan kelu
tak perlu tangisi, tak perlu tangisi, tak perlu tangisi

matahari sepenggalan kirimkan angin halus
terpa sisi - sisi daun
tapi diam tanpa terelus
dan tak terbaca isyarat panjang berurus

bumi diayun, keras,
terpelanting kiri kanan,
hadirkan pias

rubuh satu satu gedung melangit
timbun sosok -sosok tak kenal siapa
lalu air sapu hanyut kerangka sisa

genggam lepas terpecah gulungan air
pekik asma gelegar porak porandakan tanah pula
entah karena dosa
entah karena dunia

dan sesaat
lahir yatim dari balik air
janda bercermin air
lumpurkan raga, hadirkan hitungan tangis

26 desember 09
meureubo Hardvard, Banda Aceh
mengenang tsunami yang luluh lantakkan Nanggroe Aceh Darussalam 26 desember 2004



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Rabu, 23 Desember 2009

jaga - jaga data hilang (rancangan novel bab kesekian)

0 komentar

Setengah bingung kulalui hari – hari terakhirku, Tanya – tanyaku menyata adanya dan muncul satu – satu dialtar yang sering sengaja tak kutoleh. Begitu bodohnya aku, menolak nuraniku sendiri.

Genggam ingatanku akan episode barbulan silam, mungkin sekitar 20 purnama, masih begitu erat, belum pudar sedikitpun. Saat suara hatiku benar – benar bernyanyi - cukup merdu sebenarnya- tapi sumbang bagiku,kutepis kasar bahkan sengaja menggunakan earplug agar sumbang itu tak pecahkan telingaku.

Kuingat putusan egoku, tuk akhiri sebuah perjanjian diatas kertas, berbubuh tanda tangan orang – orang teratas, dan aku menang!, begitu yang disimpulkan picikku. Aku berjalan gontai dikoridor lantai dua,mondar – mandir beberapa kali, sembari melirik kekanan bawah, mushala teduh yang masih kosong dijam dhuha ini. Tumben tidak ada penghuni, kemana karib – karibku. Ah, aku sendiri lupa kapan terakhir berdiskusi panjang dengan mereka yang rentang usianya memang jauh diatasku. Semester empatkah atau semester enam, aku benar2 lupa kapan terakhir berbincang bersama mereka ditempat teduh itu, dan sekarang memang alpa kulihat wajah mereka, gelar sarjana ditangan dan mereka pun lenyap dari sini, sosok – sosok yang selalu mampu mencuri ruang rinduku, meskipun tak pernah kuungkapkan

Kuingat keberanianku menjumpai pejabat utama dibagian ini, dan kuajukan permintaan melukis kanvas sendirian, dengan alasan tim sebelumnya belum hendak bersama, -aku bisa memaklumi, pengaruh lingkungan membuat mereka takut mengikuti jalanku dan keberanianku yang tergolong gila bagi orang orang disekitar,, . dan aku menang juga ! Tak kupedulikan omongan tak lezat satu dua orang, ada sosok – sosok yang tetap mendukungku,menguatkanku, tapi kurasa lebih tepatnya enggan mengubah keputusanku, karakter kerasku, dan percuma saja berkoar, jika palu sudah kulengketkan dengan meja sidang, tak seorangpun yang bisa menyela. Mereka bodoh, aku punya sahabat sejati, senja, kuhadiahkan tawa kecil dibelakang mereka

Purnama- purnama berlalu, dan ternyata aku hanya melangkah beberapa inci, tidak seperti yang kubayangkan, adakah yang salah? Mana jawaban istikharahku, kupikul yakin saat itu, aku dipaksa berani menerima kenyataan pahit, melepaskan kontrak lama itu, dan gegas ajukan diri, rangkai semua nya dalam dimensi beralaskan pribadiku sendiri, aku anggap ini privasi, dan tak ingin seorangpun menyusup kedalamnya. Berulangkali nuraniku lantunkan irama merdu, tarik sosok yang tak tau siapa dan dimana rentangnya. sebisik poin: akan ada sayap temaniku , tegarkanku, dan lanjutkan rangkaian ini. Aku diam, berulangkali kuteriakkan emosi agar pergi, aku ingin sendiri.aku ingin sendiri, lupakan rangkaian – rangkaian yang harus dicetak abjad demi huruf tak bernyawa, ah terlalu!

Purnama-purnama kulalui lagi, dan sedikit kutipu perasaanku, bahwa aku memang sakit., perih , dan hampir bernanah. Angka – angka hantu selalu hadir dipintu diskusiku, diskusi dengan bayanganku sendiri, hah? Aku punya bayangan, ya, tentu saja setiap benda punya bayangan jika diterpa sinar,, sinar,? Sinar apa yang kau sebut duhai hati, atau siapa yang bersuara barusan? Tak asing rasanya., siapa kau?
Gusar!!!. kubolak balik lembaran berangka ini, data – data akurat yang harus segera dirangkai dalam ribuan kata, dan angka2 baru yang belum tersusun rapi dalam hitungan,tangki – tangki raksasa yang belum selesai desainnya, power ledakannya, lalu lintasannya, garis edar, beratap bundar., panel -panel oh , no..semua berkelabat mencengkram saraf – sarafku, regresi linear yang begitu mudah pun seolah tak mampu terjamah dalamj angka 10 purnama. Bodoh!!!
Buang - buang energi saja !! sampai sarafku hampir keluar dari posisinya, akalku sudah tak sejalan lagi dengan logika aljabar.dan akupun diam,berlari kepadang rumput, benam mukaku , terbuai lembut Aromanya. Menatap dimensi aneh, menanti karibku senja.

*****
Ruang sunyi, rumah senja

Senja, kamu dimana? Ingin kuurai semua rangkaian sedihku, ingin kumuntahkan semuanya dalam cawan petrimu, kecil memang, tapi kurasa mampu menampung gusarku yang sudah steady state, sudah pada kondisi yang tak tergantung lagi dengan waktu.
Senja, kemana langkahmu? Kenapa ruang sunyi ini benar – benar gelap, bahkan aku tak mampu melihat setitik sinar, senja tolong aku, mereka membuangku, bahkan melumatkanku dalam ball mill. Aku benar – benar tersisih senja. Ceramic balls mereka mengobrak – abrik pondasi tegarku, memisahkan ragaku dari jiwa pemberani. Senja , aku jatuh, aku buta, dan ruang ini benar – benar tak punya lampu, pun alat – alat lainnya mati mendadak,ada apa senja, sunyi memang makanan favorit kita, tapi tidak segelap ruangan ini.senja, uapkan air mataku, tolong aku, hidupkan saja oven itu, biar panasnya menagngkat bulir – bulir bening, dan menjadikanku tak lagi lembab, bantu aku menjemput purnama, senja.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO